dfd vs uml
Selama berhari – hari dan berminggu – minggu berkutat di sekitar diagram – diagram UML bikin perutku mulai berkunang – kunang dan kepalaku rasanya mulas setiap lihat stick man’s picture everywhere I saw him. Huweeeekkkkk. Tapi demi …. Demi ijazah yang sayangnya terancam gak keluar kalo gak kelar bikin aku mau gak mau balik lagi ke pangkuan UML tercinta……… hhhhmmmppphhhhhh
Sempet bimbang antara milih DFD (Data Flow Diagram) sama UML. Buatku 2 hal itu adalah makhluk dari planet seberang yang -sebelum aku memutuskan untuk memilih calon judul TA ku sekarang- adalah benda asing. Setelah browsing kanan – kiri, baca artikel orang, nanya sama o’om Wikipedia, Tanya sama eyang Google, dan kuliah singkat(5 menit) temen dosen ku akhirnya saya mengambil kesimpulan :
DFD (Data Flow Diagram)
DFD itu a graphical representation of the “flow” of data through an information system(sebuah representasi grafis dari “flow”/”aliran” data dalam sebuah sistem informasi) itu kata o’om wiki.
Gampangnya gini ….DFD itu adalah metode analisis sistem informasi sebelum UML yang masih menerapkan analisis secara terstruktur. DFD, seperti pengertiannya diatas …representasi grafis dari “aliran” data…..jadi lebih menitik beratkan pada bagaimana data itu berjalan dari satu entity ke entity berikutnya.
http://yourdon.com/strucanalysis/wiki/images/9/91/Figure91.jpg
DFD
Dalam analysis sistem menggunakan DFD, si analyser itu akan menganalisis apa aja kegiatan – kegiatan utama dalam sistem itu sendiri. Contoh sistem rental VCD, maka yang akan di cari duluan itu :
Pendaftaran Anggota
Pencatatan VCD
Transaksi
Setelah mencari tahu apa aja kegiatan utama di rental VCD itu terus di buat detil dari setiap kegiatan :
Pendaftaran anggota :
Isi biodata
Bikin kartu anggota
Perpanjangan kartu anggota
Pencatatan VCD
Pembelian VCD baru
Pencatatan VCD rusak
Transaksi
Peminjaman
Pengembalian
Denda
Perpanjangan.
UML (Unified Modeling Language)
Menurut o’om Wiki UML itu standardized general purpose modeling language in the field of software engineering ( bahasa permodelan terstandarisasi dalam hal software engineering) UML merupakan metode analisis yang lebih baru dari DFD dan menurut sebagian orang lebih efektif karena dia Object Oriented Analysis. UML yang di dapuk sebagai Object Oriented Analysis ini lebih menitik beratkan analysisnya di sisi pengguna atau actor/orang – orang di luar sistem yang terlibat dengan sistem.
http://www.conceptdraw.com/products/img/ScreenShots/cd5/uml/UML_Use-case-diagram.gif
Apa UML mutlak di perlukan ? jawabnya bisa iya …. Bisa nggak.
Iya, untuk orang yang mau ngembangin software skala menengah sampai besar, yang udah nyangkut hajat hidup orang banyak, yang software itu -nantinya- melibatkan ber-orang – orang di luar sistem.
Nggak,
kalo software yang dibuat itu hanya software kecil – kecilan, nggak lucu juga kali kalo kita bikin software kalkulator mesti pake usecase segala.-_-
kalo (untuk sebagian orang) udah tertanam DFD poreper (just like my teacher’s friend yang DFD holic kalo bisa dibilang).
Kalo dalam analysis DFD kita perlu mencari tahu topic umumnya atau kegiatan – kegiatan utama dari sistem itu, maka UML akan menganalisis object – object yang melakukan kegiatan tersebut (terlibat dalam kegiatan tersebut). Contoh dalam kasus rental VCD :
VCD
Anggota
Petugas
nah dari situ bisa di analisis kegiatan dari masing – masing actor. seperti :
1. VCD, kalo VCD bisa :
dipinjam
di kembalikan
di perpanjang masa pinjamnya
di kelompokkan
2. Anggota, bisa melakukan kegiatan
meminjam VCD
mengembalikan VCD
memperpanjang masa pinjam
mendaftar sebagai anggota
3. Petugas, petugas itu kerjanya :
memperpanjang masa aktif keanggotaan
membuat kartu anggota
mendata VCD
beli VCD buat rental
Ada yang bilang perbedaan antara DFD ma UML tu adalah kalo DFD itu untuk aplikasi yang lebih condong ke database sedang UML itu lebih condong ke pengembangan aplikasinya. kalo menurutku sih nggak. apa UML juga gak memperhatikan aspek databasenya?? toh aplikasi jaman sekarang udah ngobok2 database sampe tingkat ruwet bin ribet.
Dalam UML yang analysis nya di dasarkan pada pendekatan object yang di lakukan adalah menganalisa apa saja yang dilakukan oleh actor dalam kesehariannya dengan sistem yang ada.
sumber :
http://rizky.prihanto.web.id/
http://en.wikipedia.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar